Propositional Logic
(logika Proposisi) menawarkan logika dalam bentuk sederhana sehingga mudah
dipahami. Meskipun begitu, logika proposisi sudah mampu membantu menarik
kesimpulan. Namun, banyak kasus yang muncul akan terjadi terlihat panjang dan
rumit saat diwujudkan dalam bentuk logika proposisi. Dan itu bisa lebih panjang
dan rumit dibandingkan problem itu sendiri. Propotional Logic adalah logika
dasar pada pemrograman yang harus dipahami oleh colon programer, karena logika
dasar inilah yang menjadi dasar penentuan nilai kenenaran dari suatu
pernyataan, yaitu true (benar) dan false (salah) pada pengujian kondisi dalam
pemrograman. Kalimat dalam logika peoposisional dibangun dari
proposisi-proposisi dengan menggunakan “Propotio-nal connectives” yaitu: Not, and,
or, if-then, if-and-only if, if-then-else Aturan pembentuk kalimat logika
proposisional yaitu :
1.
Setiap
proposisi adalah kalimat (sentence).
2.
Apabila
p adalah suatu kalimat maka demikian juga negasinya (not p).
3.
Apabila
p dan q adalah suatu kalimat maka demikian juga konjungsinya (conjunction)
yaitu (p and q)
4.
Apabila
p dan q adalah suatu kalimat maka demikian juga disjungsinya (disjuction),
yaitu (p or q).
5.
Apabila
p dan q adalah suatu kalimat maka demikian juga implikasinya yaitu (if p then
q). Selanjutnya p disebut “antecendent” dan q disebut dengan “consequent” dari
if p then, kalimat if q then p disebut “ konvers” dari if p then q; if not p
then not q disebut “invers” dari if then q, dan if not q then not p disebut
“kontraposisi” dari if p then q.
6.
Apabila
p dan q adalah suatu kalimat maka demikian juga dengan ekivalensinya
(eqivalence) yaitu (p if and only if q).
7.
Apabila
p, q dan r adalah suatu kalimat maka demikian juga dengan kondisionalnya yaitu
(if p then q else r). Sintaksis Propotional Logic:
·
T
(true), F (false) adalah statement (pernyataan).
·
Jika
P dan Q adalah statement, maka berikut ini adalah statements:
(~P),
(P&Q), (PVQ),(P ->Q),(P <-->Q) Contoh:
((P&(~QVR)->(Q->S))
adalah statement Pengambilan kesimpulan dalam Propotional Logic:
·
Modus
Ponen
P,P
->Q: Q
Kambing
berkaki 4
If
x berkaki 4 -> x binatang
Kambing
adalah binatang
·
Chain
Rules: P ->Q,Q->R: P->R
·
x
suka teh tawar ->x tak suka gula
·
x
tak suka gula -> x diabetes
·
x
suka teh tawar -> x diabetes
Kekurangan
dari Propotioal Logic adalah kurang ekspresif dan tidak dapat mengakomodasi
(contohnya) statement dibawah ini:
Seluruh
pelajar di fasilkom harus mengambil mata kuliah SBP
Juli
adalah pelajar di fasilkom Propotional Logic tidak dapat mengambil kesimpulan
bahwa Juli harus mengambil mata kuliah SBP.
www.gunadarma.ac.id
www.cayo_nalupe@yahoo.co.id
www.gunadarma.ac.id
www.cayo_nalupe@yahoo.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar